terkadang karena kebodohan diri, kita sering menganggap kalau masalah hanya dibuat untuk diri sendiri, tidak ditakdirkan untuk orang lain. padahal tidak sama sekali.
Rupanya setiap manusia telah ditakdirkan memiliki masalahnya sendiri-sendiri, ditakdirkan untuk menerima upah dari setiap kesabaran yang mereka pilih, serta ditakdirkan menerima konsekuensi dari arogansi yang mereka lakukan demi menyambut setiap masalah.
Anehnya, kita sering lupa kalau masalah yang kita hadapi rupanya tak seberapa besar dibanding orang lain.
Kerap kali kita berpikir kalau masalah kita kecil, padahal orang lain menganggap masalah kita lebih besar dari masalah mereka.
Hidup memang bisa se-membingungkan itu ya.
Hidup memang tak pernah bisa ditebak. hanya saja, aku ingin siapapun yang membaca ini. Saat ini aku sedang belajar untuk memahami banyak hal, tentang orang-orang disekitarku.
Mempelajari ketakutan mereka
Mempelajari harapan mereka
Kekhawatiran mereka
Kekecewaan mereka
Bukan untuk melupakan milikku sendiri, tapi kemungkinan tujuan hidupku memang untuk itu. Aku tak diijinkan untuk terlalu serius dengan kehilangan dan kekurangan yang kumiliki.
Aku harus tegap berdiri, melindungi semua orang yang ada didekatku.
Bukan untuk belaga dewasa
Belaga bahagia apalagi belaga kuat.
Tapi memang itu yang mereka perlukan saat ini.
Mereka memerlukan tiang tinggi yang bisa dipeluk. dijadikan sandaran untuk menangis setiap kali lelah menghadapi hidup,
Mereka memerlukan rumah singgah, yang bisa menerima semua keluh kesah, amarah. Dan pagi ini aku memulainya. Kurelakan diriku menerima kemarahan yang tak seharusnya, kulebarkan telingaku untuk mendengar keluh kesah mereka. Bersedih bersama, mencari cara menghadapi masalah bersama, memilah apa yang seharusnya dan tidak boleh ada.
Ini rupanya alasan aku hidup untuk hari ini.
Jadilah lebih baik dariku kawan.
Kau pasti bisa, menjadi tiang tinggi, atau rumah singgah yang hangat untuk orang-orang yang kau cintai.
Mereka perlu itu.
AyNana