Hotel

Anak gadis meringis menepi  di tembok sunyi. Tangisannya sepi, hanya airmata mengurai semua cerita. Jemarinya lekas mengetik sesuatu di layar gawai.

“Ibu… aku diperkosa Mas Lanang”

Sekilas kemudian, sebuah tendangan mendarat di kepala anak gadis, smartphone melayang, menghantam lantai dan pecah.

Sedangkan di kamar sebelah.

Seorang wanita menatap tajam pasangannya, yang susah payah melepas pengaman dari senjatanya.

“Kita bisa ga, kalo nikah aja, bilang ke istri kamu, kalau hubungan kita ga main-main”

Ada senyuman paling bahaya dilontarkan oleh sang pria. Senyuman yang mampu membuat hati manapun sakit hati.

“Ga perlu… kita begini aja… kamu udah seneng kan… nanti aku beliin tas branded lagi ya yang” gumamnya, tak lupa menyematkan kartu hitam dibawah telapak tangan sang wanita. “Pake aja, ga ada limitnya, suka-suka kamu, tapi jangan minta yang tadi.. aku ga pengen semuanya jadi runyam”

Ada kilasan pilu di raut wajah sang wanita.

Ia mengetikkan sesuatu di layar gawai,

“Nyo, loe ga perlu nyari gw, gw mo mati rasanya Nyo, Mas Ian ga mau tanggung jawab sama kandungan gw” setelah menekan tombol kirim, barulah tangisan itu meledak.

Sang pria hanya bergeleng sembari memakai kemeja.

Di lorong hotel, tak kalah ramai, dua orang remaja putri  dengan sekuat tenaga menarik temannya untuk masuk ke dalam kamar hotel.

“Dian ayoo masuk… Pak Har  dah nunggu dari tadi… katanya kamu pengen nilai kamu a semua… ayooo”

“Ga!! Gila kalian!” Teriak Dian

“Loe mau di DO?? Nilai loe jelek semua, Cuma ini jalan satu-satunya”

“GA MAUUU!!!!” Sebuah tendangan mendarat di dada temannya, goyah, tangan Dian pun terlepas dari genggaman temannya. Ia pun langsung berlari sekuat tenaga, turun ke bawah melalui tangga darurat.

“Lebih baik gw do dah daripada…hiiii” omel Dian ditengah pelariannya.

Di lobby hotel, seorang pria memakai seragam ob sebuah perusahaan ternama, terduduk lesu di sofa.

Sesaat kemudian, seorang pria lainnya dengan pakaian yang lebih berkelas, melemparkan kunci hotel di atas meja.

“Naik dulu, ntar aku nyusul”

“Baik pak, terima kasih, tapi dengan ini bapak akan memberi saya 40juta kan? saya perlu untuk operasi istri saya” sang official boy menatap pria yang berdiri gagah di sampingnya.

“Aku akan beri kamu lebih dari itu, kalau besok, kamu mau lagi”

“Terima kasih pak”

“Apaan sih! Naik sana!” Sang pria membersihkan tangannya yang hampir saja tersentuh oleh bawahannya.

“Iya pak” gumam officer boy yang tak tahu lagi harus bagaimana

Hotel, kadang kala orang melihatnya sebagai tempat terbaik untuk beristirahat dengan keluarga, Tempat liburan paling mudah untuk dijangkau, ada kolam renang dan tempat makan yang menyajikan menu-menu spesial. Namun sayangnya, menurut beberapa orang, Hotel merupakan tempat dimana rasa gundah menumpuk jadi satu dengan kepasrahan, kebohongan dan kejahatan berhubungan baik di dalamnya, lingkar-lingkar kepentingan menari dalam lingkupnya. Ada yang bebas darinya, ada yang tenggelam dan tak mampu terbebas lagi.

AyNana

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started