Perempuan pemilik rahim

tawaku menangis pagi ini
bagaimana ada orang sekejam dirinya
perutku hampir meledak dibuatnya
kejahatan seorang pemilik rahim, lekat-lekat kuingat
Ia berpola, penuh alasan.
Bukan karena aku pantas
Tapi terlalu lama membiarkan
hingga setiap Kejahatan kutelan bagai lelucon
Sarapan terbaik sepanjang jaman.
Jangan pergi dulu, yang paling jahat, yang paling kucintai.
Aku masih kuat menerima kejahatanmu.
Duhai
Perempuan pemilik rahim.

“Perempuan Pemilik Rahim”
Aynana Sflalic

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started