Kita dan Hati

Rumah itu dulunya milik kita
Apa saja di dalamnya
Milik kita
Kita terbentuk ketika kau mengaku tak bisa tanpa diriku
Kita diakui ketika aku pun merasa begitu
Kita
Kita
Kita
Kita
Tahun-tahun ada kita
Hingga hadirnya
Merusak Kita
Dia, dirinya
Menerobos masuk ke dalam dirimu
Berulah lagi dan lagi
Dalihnya menyadarkanmu
Kalau Kita sebenarnya tak harus ada
Kau tak perlu hidup dalam Kita
Aku bisa hidup, meskipun Kita berubah jadi Kau dan Aku
Aku
Kamu
Dia
Aku
Dia
Kamu
Dia
Kamu
Hingga moment perpisahan diputuskan
Kau menjadi Kita dengannya
Aku menjadi Kita dengan diriku sendiri, dan sedikit biasmu
Aku
Aku hingga berganti tahun, Aku tetap menjadi diriku
Enggan menemukan ketertarikan
Menjadikan diriku sebagai Kita bersama yang lain
Sampai saat
Kutemukan kau terpuruk
Kita’mu dengannya tak beres
Kecewa merusak hari-harimu
Lalu
Kau ingin menggembalikan Kita’mu dan aku dulu?
Aku memang rindu pada Kita dulu
Tapi
Mungkin perlu ribuan tahun
Menyembuhkan sakitnya ditinggalkan
Mari
Temukan Kita yang berbeda
Melihatmu menderita, cukup menyenangkan bagiku
Terima kasih, kau masih mengharapkan Kita yang dulu
Tapi sayang.
Ini hati bukan Jeroan Ayam
yang setelah kau cabik-cabik, masih bisa dioseng dan kau makan.

AyNana Sflalic

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started