Aku terbangun dengan kepalsuan dunia. Seorang perempuan membasuh dosa lacurnya dengan kebanggaan atas sujudnya yang pertama. Taubat ia bilang. Sekali sujud, ia langsung bisa bilang haram pada kesalahan negara atas milyaran rakyatnya.
Sujud, mensucikan segala.
Buktinya, perempuan binal itu mampu berpikir jernih, menyalahkan orang lain atas ketidak taatan pada Sang Hyang. Sujud melupakan tumpukan dosa yang ia buat malam sebelumnya. bagaimana ia menindih dirinya sendiri dengan tumpukan daging berburung yang banyak orang bilang “lelaki bajingan”
Sujud, mensucikan nurani.
Dengan sujud taubatnya, ia langsung mentransfer sejumlah uang masuk ke sejumlah rekening orang-orang yang ia anggap nestapa. Bersedekah katanya. Ia lupa berapa ratus ribu yang ia dapatkan dari mencumbu lawan jenis, yang ia saja muak menghadapinya.
Ahh!!!! mengapa harus ada taubat disetiap salah
Kau tahu? Betapa aku ingin merobek wajah wajah penuh dosa yang terpampang di televisi? mereka memakai jilbab, hijab, cadar bahkan. Setelah melakukan gelimang dosa.
Seorang ibu, membunuh ketiga anaknya sendiri, lalu ia berhijab di televisi, memamerkan dirinya yang tengah bertobat. Tobat kau busuk nyonya.
Tragedi, tobat, memahat citra.
Tragedi, sujud, kau pahat citra.
Sayang sekali, Sang Hyang belum memberikan kesempatan padaku untuk mampu. Ketika ia memampukan diriku. Kucabik semua wajah-wajah penuh kemunafikan. Terakhir kali, akan kucabik sendiri wajahku. Mari kita habisi kemunafikan.
AyNana