Apa masalah kalau kita tak punya masalah? Apakah lebih masalah lagi kalau kita punya bejubel masalah? Apakah masalah bila kita enggan menyelesaikan masalah-masalah yang akan bergulir, berubah semakin besar? Atau apakah menjadi masalah kalau kita diam sejenak, memikirkan. Damn, kenapa manusia banyak sekali masalah, manusia salah apa?
Apakah masalah bila manusia putus asa dengan segala masalah dan mencari jalan lain? Apa masalah bila manusia tak tertarik lagi dengan jalan lurus? mereka ingin ada variasi, memilih jalan berbelok kanan kiri kanan kiri, mentok lalu tersadar, apakah masalah menjadi manusia seperti itu?
Masalah-masalah itu datang setiap pagi, setiap sore, atau bahkan tengah malam buta. Menyerangmu dan aku, tepat pada sasaran.
Apakah masalah bila kita minum cola dan mentertawakan masalah?
“GILA! Anjay! banyak banget masalah?!!” mengumpat sebebas kelelawar malam menyebar. Aku sebenarnya bosan dengan masalah, manusia terlalu mudah membuat yang tak masalah menjadi masalah besar.
Aku tak bangun untuk menunaikan shalat saja dipermasalahkan seluarbiasa seorang koruptor membabibuta ambil uang negara.
Damn! bolehkah aku pindah agama?
Damn! bolehkah aku tak beragama saja? bila beragama masih menjadi masalah?
Bila kekosongan patuh, masih menjadi sarana mempersalahkan seseorang.
Bodoh!
Bahkan manusia bangun di pagi hari, langsung mendapat masalah. Air seni mendesak ingin keluar, sedangkan raga masih enggan terbangun. Itu juga masalah bukan?
Belum lagi tagihan-tagihan yang masuk ke dalam kotak surat, dan berakhir di selokan yang berubah fungsi, tong sampah nitizen. hingga kita akhirnya kebanjiran masalah.
Aynana
PS : Damn, masalahku banyak banget Gila!