Duniaku tak berpenghuni
Selam
Selam Ibu kota kuselami
Gedung tinggi enggan mencakar langit
Pasrah, tak sigap seperti dulu
Kobar
Kobar
Semangat tak lagi berkobar
Tertinggal dendam menjadi bara
Enggan berkobar
Oh!
Aku salah!
Duniaku rupanya berpenghuni
Mereka yang dipaksa takut
Ciut oleh pikiran sendiri
Meradang akibat prasangka hati
Timbul tenggelam karena ulah cukong
Suka menimbun cinta
Menebarnya ketika mau
Duniaku. Berpenghuni rupanya
Laki-lakinya bingung
Mengapa istri dan anaknya sibuk
mencari perhatian kotak mati
hingga 24 jam menatap layar
Duniaku penghuninya lumayan aneh
Mereka hanya mengurus
digit
angka
harta
barang belanjaan
makanan
baju bermerk
hermes
armani
lamborgini
mereka juga enggan membyka diri
bahwa setiap hari hanya pakai ojek
kemana-mana pakai tas kresek bekas nasi rames
untuk makan saja perlu pikir dua kali.
Ongkos kirimnya wooi… mencekik
Duniaku penghuninya rindu masa lalu
Padahal yang ada dimasalalu
Juga lebih rindu masa lalunya
HAHAHA
aaaah…. akupun begitu.
Kamu juga kan?
Siapa yang rindu masa depan?
Rindu hanya tentang
Pernah
Mampir
Ada
Apa
Yang kaulakukan selama ini.
Duniaku kini baru terbongkar
Penghuni lainnya sedang bingung
Setelah selesai menempuh pendidikan
Kemana lagi aku!!!!
Apakah aku akan mendidik
atau kembali terdidik?
Yang lainnya sedang sibuk
bangun konten sana sini
konten bikin kaya
kata si sultan.
Oh… Di duniaku juga ada sultannya.
Mereka sering makan di layar tipi
Sedangkan penontonnya mati kelaparan.
Mereka yang pamer kekayaan
Penontonnya mati dilahap angan.
Duniaku sebentar lagi akan berakhir
Katanya…
Kata siapa, semut pun tak paham
Duniaku semakin mundur
Katanya
Kata profesor siapa, belalang sembah pun tak tahu
Duniaku….
Apa kau tahu duniaku?
Bukankah dunia kita sama?
AyNana